Citrasupply's Weblog

Inspirasi & Ekspressi Untuk Semua Golongan Di Malaysia

7 ciri orang yang bersifat positif

Sahabat, keikhlasan merupakan kunci sebuah niat. Diterimanya amalan kita adalah tergantung dari niatnya. Niat inilah yang menentukan tindakan. Niat merupakan buah dari fikiran. Segala sikap dan perilaku kita pun berasal dari fikiran. Jadi, betapa pentingnya Pikiran ini bukan?

Lalu, hal apa yang sering Anda pikirkan? Seringnya hal yang bersifat positif atau negatif? Yang jelas, semua orang yang berusaha meningkatkan kualitas diri dan yang ingin hidupnya lebih bermakna pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berfikir positif. Dan bagaimana melatih diri supaya fikiran positiflah yang selalu beredar di kepala kita, tidak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali dulu ciri-ciri orang yang berfikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya. Selamat mencoba!

Melihat Masalah Sebagai Tantangan

Biasanya kita memang tak mau ada masalah dalam hidup kita. Namun, bukan namanya hidup jika tanpa masalah. Percayalah bahwa masalah sesungguhnya bisa membuat seseorang menjadi kuat dan matang. Sebab masalah adalah sesuatu hal yang bisa membangun jiwa manusia. Bila kita melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat, maka akan membuat diri kita terpenjara pada asumsi bahwa kitalah orang yang paling sengsara di dunia. Walah.. Jadi, alangkah baiknya jika kita menganggap masalah sebagai tantangan yang harus segera diatasi dan sebagai kesempatan yang harus direbut.

Menikmati Hidupnya
Menikmati hidup bukan berarti tatkala kita bisa meraih gelar, prestasi, keberhasilan atau tercapainya segala keinginan. Tetapi, menikmati hidup adalah saat kita bisa bersyukur atas segala apa yang menimpa diri kita. Dan pemikiran positif akan membuat seseorang menerima apa pun keadaan dirinya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik. Hidup memang tidak mudah, namun dengan upaya baru, yakinlah bahwa hidup kan jadi lebih baik karena selalu ada sisi terang dari kehidupan sekalipun ketika berada dalam kesulitan. Dalam kesulitan ada kenikmatan.

Menggunakan Bahasa Positif
Bahasa ada dua, yaitu bahasa verbal dan bahasa tubuh. Bahasa verbal yang positif adalah kata-kata yang bernadakan optimisme, menghargai dan menyetujui. Misalnya, ”Insya Allah, saya pasti bisa melakukannya”, ”Subhannallah, dia memang berbakat”, dan ”Benar, apa yang Anda katakan”. Tantangannya adalah mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak kita. Memelihara pikiran negatif lama-lama bagaikan membangunkan singa yang sedang tidur.

Sedangkan bahasa tubuh yang positif adalah gerakan-gerakan tubuh yang menunjukan kepercayaan diri, kejujuran dan kenyamanan atau kehangatan. Misalnya dengan tersenyum, berjalan dengan langkah tegap, gerakan tangan yang ekspresif dan anggukan. Selain itu, berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, bersemangat dan ’hidup’ akan membuat seseorang menjadi nyaman. Dan ternyata bahasa tubuh memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan dengan bahasa verbal. Oleh karena itu, hati-hatilah dengan bahasa tubuh Anda, apalagi jika Anda telah banyak berkata.

Terbuka Menerima Saran (Nasihat) dan Idea
Orang yang berfikir positif tentunya akan memandang dengan kacamata positif juga. Segala sesuatu pasti ada sisi baiknya, itu yang diyakininya. Karena dengan begitu, boleh jadi ada sesuatu yang membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Selain itu, ia pun akan lebih mengedapankan isi yang disampaikan ketimbang perihal siapa orang yang menyampaikannya.

Tidak Terlibat Isu
Tentu saja isu atau gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, membahas ataupun mendengarkan pembicaraan yang belum jelas kebenarannya sangat dijauhi oleh para pemikir positif. Mereka memilih tidak terlibat isu karena memang selain akan merugikan orang lain, juga akan merugikan dirinya sendiri.

Bersikap Proaktif
Menurut Covey, seseorang yang bersikap proaktif mampu memberi jeda antara datangnya stimulus dengan keputusan untuk memberi respon. Pada saat jeda tersebut, orang yang proaktif dapat membuat pilihan dan dapat membuat pilihan yang dipandang terbaik. Jadi, proaktif adalah kemampuan untuk memilih respon yang positif. Oleh karena itu, orang yang proaktif akan selalu memiliki pemikiran yang positif yang pada akibatnya ia akan jujur antara apa yang diucapkan dan yang dilakukannya.

Peduli pada Citra Diri
Citra diri berkaitan dengan rasa percaya diri (self esteem), artinya seberapa tinggi kita menghargai, menilai dan menghormati diri kita. Orang yang selalu berfikir positif akan mendorongnya untuk menghargai dirinya sendiri. Dan orang akan menghargai dirinya secara keseluruhan jika ia merasa memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungannya. Oleh karena itu, ia akan menjaga sikapnya sesuai dengan norma yang berlaku dan akan selalu berusaha tampil baik tidak hanya dari luar, tapi juga dari dalam.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Julai 26, 2009 by in Petua - Petua, Tips Ilmu and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: